Jumat, 21 Maret 2014

ANALISA KARYA SASTRA
IBU

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya….. 

(Karya CHAIRIL ANWAR)

Analisa :

Tema :

Puisi "IBU" karya "Chairil Anwar" di atas mengungkapkan tentang betapa cintanya dan hormatnya beliau terhadap sosok Ibu dalam kehidupannya. Puisi ini menceritakan sesosok Ibu sebagai sosok seorang figur wanita yang patut untuk diteladani. Tidak pernah mengeluh. Sosok yang penuh kasih sayang. Mengingatkan anak - anaknya untuk menjadi anak yang lebih baik. Ibu sebagai tempat bersandar, dan sumber kasih sayang.

Perasaan : 

Pada puisi ini, dapat digambarkan suasana hati penyair yang melankonis tetapi tegas. Betapa sepi dan hampa hidupnya apabila tidak ada Ibu disampingnya. Begitupun ada perasaan bersyukur kepada Tuhan karena sudah diberikan sosok Ibu yang sangat bersahaja. Puisi karya Chairil Anwar ini juga merupakan salah satu refleksi pengungkapan perasaan anak terhadap ibunya.

Amanat :

Puisi ini mengingatkan kita agar selalu mengingat kasih sayang Ibu terhadap anaknya. Berterima kasih kepada sosok Ibu yang memberikan banyak  pengaruh di dalam kehidupan.

Nama : Januaristi Rahmi
NPM  : 1A113054
Kelas  : 4 KA 38

Tidak ada komentar:

Posting Komentar